Lembaga Pendidikan

KHITANAN ANAK YATIM DAN DHUAFA, PPIJ: WUJUD KEPEDULIAN DAN SYIAR ISLAM

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat DKI Jakarta, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar khitanan untuk anak yatim dan dhuafa, Selasa (4/7/2023).

“Acara khitanan anak yatim dan dhuafa yang dilaksanakan oleh Jakarta Islamic Centre ini merupakan bagian dari upaya JIC untuk senantiasa memberikan konstribusi, memberikan perhatian, dan kepeduliannya kepada masyarakat yang ada di DKI Jakarta,” ujar Wakil Kepala PPIJ DR KH Didi Supandi, MA di Convetion Hall Jakarta Islamic Centre, Selasa (4/7/2023).

Kiai Didi juga menegaskan bahwa diselenggarakannya kegiatan khitanan anak yatim dan dhuafa ini juga dilaksanakan sebagai syiar agama Islam yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang shaleh, generasi yang taat kepada Allah SWT.

“Menciptakan generasi yang shaleh, generasi yang senatiasan beribadah kepada Allah harus dipersiapkan sejak dini. Syarat beribadah harus bersuci, didalam bersuci agar lebih sempurna lagi dengan melakukan khitan,” jelas Kiai Didi.

“Dan ini menurut jumhur ulama mengatakan hukumnya wajib,” tambahnya.

Kiai Didi berharap agenda kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta Islamic Centre dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi warga DKI Jakarta.

Sementara itu Kepala Subdiv Pengelolaan Ziswaf  PPIJ mengatakan, selain dalam masyarakat muslim khitan bagi seorang anak merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW, khitan juga dapat mencegah dari berbagai macam penyakit bagi kaum pria.

“Khitan bagi laki-laki merupakan langkah preventif dalam mencegah berbagai penyakit. Menurut konferensi di Arab Saudi, khitan dapat mengurangi risiko penularan AIDS sebesar 60%,” terang Hanny Fitriyah, seperti disampaikan kepada islamic-center.or.id.

Lebih lanjut Hanny menjelaskan, secara medis khitan atau memotong kulup (kulit paling ujung alat kelamin laki-laki) telah terbukti memberikan manfaat kesehatan diantaranya menurut Hanny, Khitan dapat mencegah infeksi dan mengurangi resiko penularan penyakt kelamin menular sampai 50%.

“Mencagah kanker yang bisa disebabkan oleh kotoran yang diproduksi kelenjar penis (smegma) yang bersifat karsinogen (dapat memicu kanker). Smegma ini sulit dibersihkan apabila tidak dikhitan,” ujarnya.

“Mengatasi keadaan phimosis, suatu keadaan dimana ujung preputium (kulit luar penis) mengalami penyempitan sehingga tidak dapat ditarik sehingga bisa mengakibatkan peradangan pada penis,” tambahnya.



Leave a Reply